Hubungan Sains dan Islam

sumber : kuliah Islam dan Sains Uin SUKA

Pemateri : Bapak Frida Agung Rahmadi

Jika melihat hubungan antara Sains dan Islam maka tidak akan terlepas dari kemajuan dan kemunduran Sains dalam peradaban Islam.

Kemajuan Sains dalam Peradaban Islam

Jika kita kembali untuk mengetahui sejarah pelopor sains didunia ini tidak dapat dipungkiri bahwa pelopor sains ialah umat islam sendiri.Mengapa umat islam?? karena pada abad 1 Hijriyah umat islam telah mempelajari sains dan melakukan penafsiran ilmiah hingga abad ke 5 hijriyah.Umat islam sebagai pelopor sains dari segi research tentang alam dan experimental science. Dasar pengembangan sains dalam islam tertuang pada Q.S AL-‘alaq : 1-5, Q.S Ali-Imran :190-191, dan pada Q.S Al-jatsiyah :13. Disisi lain islam sangat menghargai ilmu atau sains yang tertuang pada Q.S Al-Mujaadilah :11 yang intinya Allah akan memberikan derajat yang tinggi pada manusia yang beriman, berilmu, dan beramal Shalih.

Faktor Pendorong Kemajuan Sains dalam Peradaban Islam

  1. Universalisme
  2. Toleransi
  3. Karakter Pasar Lokal
  4. Penghargaan terhadap sains dan saintis
  5. Kesesuian antara tujuan dan alat/cara

Universalisme ialah yang dimaksud adalah Ukhuwwah Islamiyyah,bagaimana cara mewujudkannya?? ialah dengan cara berkeyakinan dan bertujuan hidup maka akan mewujudkan Ikatan kebersamaan umat islam. Dasar universalisme tertuang pada Q.S Ali-imran : 110.

Toleransi. Untuk mewujudkantoleransi kita harus bersikap netral maksudnya mau berbagi dalam hal ini ilmu dan mau menerima ilmu.Fungsi toleransi disini yaitu agar kita tidak terisolasi dan Rahmat bagi semesta alam.

Karakter Pasar Internasional. dengan luasnya jaringan perdagangan dan luasnya kekuasaan islam pada Dinasti Abbasiyah yaitu dari India di Timur sampai dengan Andalusia di Barat menjadikan sains teknologi didunia islam maju.

Kemunduran Sains dalam Peradaban Islam

Kemunduran sains dalm peradaban Islam lebih karena adanya konflik tersendiri dalam umat islam pada masa Imam Al-Ghazali yang menyerukan umat islam untuk kembali menghidupkan ilmu-ilmu agama hal inilah yang disalah tafsirkan mrnjadi larangan untuk mempelajari sains.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: